Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, genangan di jalanan Jakarta hari ini, Minggu (28/2/2016) tak begitu parah.
Panelusuran detikcom dari Warung Buncit di Jakarta Selatan hingga jalan Yos Sudarso di Jakarta Utara memang ditemukan adanya genangan di beberapa titik. Namun genangan tak lebih dari 20 sentimeter dengan luasan tak sampai 2 meter persegi.Suasana di jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Daerah PGC ke arah BKN jalanan becek oleh air namun tidak sampai menggenang. Dari Otista sampai Pasar Senen bebas dari genangan.
Di Jalan Pramuka sampai ITC Cempaka Putih masih ada genangan air. Ketinggiannya semata kaki dan masih bisa dilalui kendaraan roda dua.
Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto- Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kemudian dari Cempaka Putih menuju Jalan Yos Sudarso bebas dari genangan air. Petugas Command Center Polres Jakarta Utara juga menyatakan di wilayahnya hampir tidak ada genangan.
“Informasi dari bimas dan babinkamtibnas di wilayah yang biasa tergenang di Wilayah Jakarta Utara nihil,” ujar Bripka Priyo di Polres Jakarta Utara, Minggu (28/2/2016).
“Namun dilaporan genangan setinggi 10-15 cm ada di RT 3,4,5 RW 10 Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara,” pungkasnya.
Sigapnya ‘Pasukan Oranye’ Hilangkan Genangan Air di Kalibata
Hujan mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi ini. Sejumlah genangan pun terjadi di beberapa titik. Beruntung ada ‘pasukan oranye’ yang sigap menghilangkan genangan tersebut.
Dalam waktu yang tak terlalu lama genangan pun hilang. Minggu, 28 Februari 2016 pagi ini misalnya terlihat 20 pasukan oranye di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka terlihat mondar-mandir di sekitar stasiun Kalibata hingga jembatan di Kampung Kalibata yang di bawahnya mengalir aliran sungai Ciliwung.
Di sungai Ciliwung, ketinggian air masih terlihat normal meski ada sampah seperti potongan pohon dan kayu yang ikut mengalir. Warna air terlihat cokelat. “Masih belum naik airnya. Ini kita aja mancing di sini,” ujar Hendri salah seorang warga Kalibata.
Hendri mengatakan beberapa hari terakhir telah ada kendaraan besar yang disiapkan di pinggir kali untuk membantu mengeruk sampah. Sementara itu, pasukan oranye di depan mall Kalibata tengah terlihat membersihkan saluran air di bawah trotoar yang tersumbat sampah. Mereka membuat saluran kecil agar air yang tergenang bisa dialirkan ke saluran.
Saluran berbentuk cekungan kecil yang dibuat pasukan oranye itu membuat genangan air yang berada di tengah jalan mengalir menuju area rendah. Genangan pun hilang. Pasukan oranye ini bekerja di bawah hujan gerimis dan padatnya arus lalu lintas saat itu.
Beberapa orang lainnya juga hilir mudik terlihat mengakut sampah dan peralatan lainnya dan berputar-putar di wilayah Kalibata.
Ahok: Orang Jahat Kaget Kenapa Banjir di Jakarta Enggak Lama
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku, pada awal 2015, sejumlah orang mendatanginya agar ia segera menandatangani surat status darurat banjir.
Tujuannya agar instansi yang menangani masalah banjir bisa langsung menggelontorkan dana hingga Rp 57 miliar.
Ahok menyebut, orang-orang yang saat itu mendatanginya kemungkinan adalah orang-orang yang saat ini kesal. Pasalnya, sampai sejauh ini, tidak ada banjir besar di Jakarta.
“Saya melihat, sekarang banyak yang kaget, terutama yang jahat-jahat itu. Mereka berpikir kenapa Jakarta banjirnya enggak lama,” kata Ahok saat acara peresmian Kantor Satrolda Ditpolair Polda Metro Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (27/2/2016).
Meski mengakui masih ada genangan, Ahok memastikan bahwa hal itu tidak akan bertahan lebih dari 24 jam.
“Saya sudah ngomong berkali-kali, Jakarta tidak akan banjir lebih dari satu hari,” ujar Ahok.
Ahok lalu melanjutkan ceritanya. Saat sejumlah orang memintanya untuk menandatangani surat permohonan status darurat banjir, ia menyebut bahwa munculnya banjir disebabkan tidak berfungsinya pompa air di Waduk Pluit akibat PLN mematikan aliran listrik.
Ahok mengatakan, apabila saat itu ia menandatangani surat tersebut, maka institusi yang menangani masalah banjir bisa langsung menggelontorkan dana hingga Rp 57 miliar.
Hal itulah yang kemudian membuat Ahok yakin, banjir di Jakarta terkadang muncul akibat adanya sabotase.
sumber: dikutip dari detik.com & kompas.com via : islamnkri.com
« Prev Post Previous
Next Post »
